Aceh Timur | acehtraffic.com- Sejumlah rumah di
pesisir pantai kuala Idi dan Peudawa Rayeuk, Aceh Timur, kembali dihantam ombak
besar pasang purnama. Selain rumah sejumlah tanaman dan infrastruktur desa tak
bisa digunakan lagi, sehingga akses warga terganggu. Kunjungan Gubenur Aceh
kesana belum membawa harapan yang indah bagi mereka. Rabu 16 Juli 2014
Warga Desa Kuala Peudawa Puntoeng Kecamatan Idi
Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, menyatakan kekesalan dengan sikap pemerintah yang
selama ini hanya terlihat sekedar berkunjung namun seperti tidak menunjukkan
idtikad untuk segera mengakhiri penderitaan warga pesisir pantai itu.
Tidak tanggung, kunjungan Gubernur Aceh Zaini
Abdullah dan jajarannya ke desa mereka, Pada Minggu 13 Juli 2014 juga menjadi
kekecewaan baru warga korban abrasi disana. Karena dianggap kehadiran orang
nomor satu di Aceh itu belum menbawa harapan yang pasti terhadap nasib mereka.
Sebelumnya tanggul itu pernah dibuat sepanjang
lebih kurang 500 meter, namun, sayangnya tanggul tersebut hancur, kini ombak
besar langsung menghantam pemukiman dan sejumlah rumah warga yang berada
dipesisir pantai itu.
Seorang mantan combatan GAM yang sering dipanggil Nawan
menambahkan mengingatkan bahwa pemerintah pernah berjanji untuk menyerahkan
sejumlah uang kepada warga, sebagai ganti rugi rumah yang sudah ambruk akibat
diterjang abrasi itu, namun hingga kini belum juga di berikan.
Sebagai mana di ketahui, abrasi pantai Desa Kuala
Peudawa Puntoeng Aceh Timur, semakin terasa dahsyat sejak tahun 2012. Dengan
kondisi itu, puluhan rumah warga telah ambruk akibat ditantam ombak.
“Dalam waktu dekat ini saja, sudah enam rumah warga
yang hancur, termasuk rumah saya” ujar Nawan, yang kini juga tengah mengalami
luka di bagian kaki akibat terjatuh beton lantai rumah ketika ombak menghantam.
| AT | RD| SD|


