News Update :

Memata-matai Dirinya, Pendiri WikiLeaks Gugat Perwira Intelijen AS di Jerman

Kamis, 05 September 2013

London | acehtraffic.com - Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengajukan pengaduan pidana di Jerman, menuduh seorang perwira intelijen Marinir AS memata-matai dirinya selama konferensi komputer Berlin.

Kantor kejaksaan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa jaksa pemerintah federal telah menerima pengaduan tersebut sehari sebelumnya di kota Karlsruhe.

Markus Koehler, jaksa di kantor federal itu, mengatakan pihaknya akan memeriksa pengaduan tersebut dan kemudian membuat keputusan apakah akan membuat penyelidikan, yang bisa mengarah pada penuntutan.

Assange mengatakan pengintaian terjadi saat kongres tahunan Chaos Compute Club pada tahun 2009 dan diketahui publik saat mantan marinir itu memberi kesaksian pada bulan Juni lalu selama persidangan sumber WikiLeaks, Bradley Manning.

Dalam kesaksian itu, mantan Marinir tersebut, bernama Matthew H. dalam laporannya, menargetkan Assange, mantan rekan pendiri WikiLeaks Daniel Domscheid-Berg dan aktivis Internet Perancis Jeremie Zimmermann.

Assange dikabarkan akan memberikan keterangan dalam gugatannya bahwa kegiatan intelijen tersebut tidak sah menurut hukum Jerman.

Assange dikatakan bersedia untuk memberikan kesaksian lewat link video dari kedutaan Ekuador di London tempat ia tinggal selama hampir satu tahun.

Kasus ini merupakan pengaduan kedua Assange yang sudah diajukan dalam dua hari ini. Pada tanggal 3 September, ia mengajukan pengaduan pidana di Swedia, berkaitan dengan "Tindakan Melawan Hukum" terhadap kekayaan WikiLeaks pada tahun 2010, setelah kelompok itu menerbitkan ribuan data rahasia intelijen AS yang berkaitan dengan perang di Afghanistan.

Pejabat Swedia berusaha mengekstradisi dia kembali ke negara itu untuk menghadapi tuntutan hukum atas kekerasan seksual yang ia bantah. | AT | Z | PressTV
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016