News Update :

Surati presiden Myanmar, SBY minta konflik Rohingya dituntaskan

Sabtu, 04 Agustus 2012

Jakarta | Acehtraffic.com - Presiden Indonesia membantah jika pemerintah Indonesia tinggal diam terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar. Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia telah menjalankan fungsi-fungsi diplomasi melalui berbagai forum internasional untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi.

"Pascakerusuhan Mei dan Juni lalu, dibentuk komite investigasi, yang bekerjasama dengan badan PBB UNHCR. dan juga WFP. Pada Maret lalu pemerintah Myanmar telah mengirimkan tim ke Indonesia yang terdiri Komnas HAM Myanmar, dan Komisi HAM Perempuan dan Anak Myanmar. Mereka datang untuk melaksanakan studi banding di Indonesia," papar SBY dalam jumpa pers kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu 4 Agustus 2012.

Menurut SBY, dirinya telah mendapatkan penjelasan dari duta besar RI di Myanmar bahwa konflik yang sebenarnya terjadi adalah konflik komunal mirip seperti yang terjadi di Ambon dan Poso. 

"Yang terjadi adalah konflik komunal, horizontal antara etnis Rohingya dengan etnis Rakhai. Kebetulan etnis Rohingya itu beragama Islam, sedangkan Rakhai beragama Buddha. Etnis Rohingya sendiri sesungguhnya berasal dari Bangladesh. meski sudah sampai empat generasi, keberadaan etnis Rohingya di Myanmar, tetapi memang kebijakan dasar pemerintah Myanmar belum mengakui mereka sebagai salah satu dari 135 etnis yang ada di negeri itu," jelas SBY.

SBY menambahkan, memang benar, pada bulan Mei dan Juni lalu terjadi intensitas konflik atas dua etnis yang mengakibatkan 77 orang meninggal, 109 orang luka, 5.000 rumah rusak atau terbakar, 17 masjid rusak dan 15 kuil rusak. "Tapi bukan seperti diberitakan, ribuan orang menjadi korban," tegas SBY.

Yang menjadi persoalan, pascabentrokan itu ada perbedaan penanganan terhadap kedua belah pihak. Penanganan korban dari etnis Rakhai yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar dinilai lebih baik. Sedangkan untuk korban dari etnis Rohingya badan UNHCR PBB yang menangani. Total ada tercatat 28.000 orang Rohingya di tempat pengungsian, meningkat jadi 53.000 orang pasca konflik. Sementara untuk pengungsi Rakhai sebanyak 24.000 orang.

"Ada kecemburuan penanganan kedua komunitas itu. Tapi sejauh ini tak ada indikasi genosida," 

SBY mengaku, pemerintah Indonesia telah mengirimkan surat kepada Presiden Myanmar Thein Sein yang meminta agar permasalahan ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Di sisi lain, Indonesia juga membuka pintu bagi pengungsi Rohingya. Tercatat ada 270 pencari suaka, 124 pengungsi yang masuk ke Indonesia. Dan hal ini sedang ditangani bersama UNHCR.

"Saya juga usulkan, agar setelah Myanmar undang PBB dan diplomat asing meninjau lokasi, Myanmar juga mengundang perwakilan dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi kerja sama Islam (OKI) untuk melihat langsung. Dan harapan saya OKI, PBB, ASEAN, tntu Indonesia dan Myanmar bisa kerja sama untuk selesaikan dan mencari solusi yang baik," pungkas SBY.| AT | M | MR |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016