
Acehtraffic.com - Aparat India tengah menggelar investigasi terkait tuduhan perlakuan diskriminatif terhadap siswa-siswa miskin di sebuah sekolah swasta. Disinyalir, praktik serupa terjadi di banyak sekolah di negara tersebut.
Diberitakan BBC, investigasi dilakukan menyusul laporan para orang tua dari empat orang siswa di Bangalore, negara bagian Karnataka. Mereka mengatakan bahwa staf sekolah mencukur ujung rambut anak mereka dan tidak memberikan seragam yang sama dengan yang lainnya.
Siswa-siswa ini berasal dari kasta terendah di komunitas Hindu. Perlakuan tersebut diduga untuk membedakan mereka dengan siswa lainnya yang berkasta lebih tinggi. Pihak sekolah mengaku bahwa rambut anak-anak tersebut dicukur oleh siswa lainnya.
"Kami tidak percaya. Anak-anak kami telah didiskriminasi. Mereka bahkan tidak diberikan dasi atau sabuk seperti murid lainnya," kata Nayaz Pasha, salah satu orangtua murid, yang bersikeras bahwa anaknya telah dipermalukan.
Menurut hukum India, perlakuan diskriminasi berdasarkan kasta melanggar konstitusi. India telah memberlakukan sistem kuota, sehingga anak-anak miskin juga dapat bersekolah di sekolah swasta.
Proses investigasi kasus ini tengah ditangani oleh departemen pendidikan Karnataka. Menteri Pendidikan Karnataka, Vishweshwara Hegde Kageri, mengatakan bahwa peristiwa itu tidak bisa ditolerir lagi dan akan ditangani secara hukum.
Komitmen pemerintah India menghapuskan diskriminasi disangsikan oleh aktivis dari organisasi Dalita Samarajya Staphene Samiti, D Narayana. Dia mengatakan, diskriminasi terjadi hampir di seluruh sekolah swasta di India dan pemerintah tutup mata.
"Pemerintah diam saja, ini memalukan. Mereka (siswa miskin) harus berdiri di tempat terpisah saat upacara dan mereka harus duduk di belakang saat di kelas," kata Narayana.| AT | M | VV |
Diberitakan BBC, investigasi dilakukan menyusul laporan para orang tua dari empat orang siswa di Bangalore, negara bagian Karnataka. Mereka mengatakan bahwa staf sekolah mencukur ujung rambut anak mereka dan tidak memberikan seragam yang sama dengan yang lainnya.
Siswa-siswa ini berasal dari kasta terendah di komunitas Hindu. Perlakuan tersebut diduga untuk membedakan mereka dengan siswa lainnya yang berkasta lebih tinggi. Pihak sekolah mengaku bahwa rambut anak-anak tersebut dicukur oleh siswa lainnya.
"Kami tidak percaya. Anak-anak kami telah didiskriminasi. Mereka bahkan tidak diberikan dasi atau sabuk seperti murid lainnya," kata Nayaz Pasha, salah satu orangtua murid, yang bersikeras bahwa anaknya telah dipermalukan.
Menurut hukum India, perlakuan diskriminasi berdasarkan kasta melanggar konstitusi. India telah memberlakukan sistem kuota, sehingga anak-anak miskin juga dapat bersekolah di sekolah swasta.
Proses investigasi kasus ini tengah ditangani oleh departemen pendidikan Karnataka. Menteri Pendidikan Karnataka, Vishweshwara Hegde Kageri, mengatakan bahwa peristiwa itu tidak bisa ditolerir lagi dan akan ditangani secara hukum.
Komitmen pemerintah India menghapuskan diskriminasi disangsikan oleh aktivis dari organisasi Dalita Samarajya Staphene Samiti, D Narayana. Dia mengatakan, diskriminasi terjadi hampir di seluruh sekolah swasta di India dan pemerintah tutup mata.
"Pemerintah diam saja, ini memalukan. Mereka (siswa miskin) harus berdiri di tempat terpisah saat upacara dan mereka harus duduk di belakang saat di kelas," kata Narayana.| AT | M | VV |

0 komentar:
Posting Komentar