News Update :

Tunjukkan Solidaritas Terhadap Sipir, Penghuni LP Usir Polisi Berpakaian Preman Dengan Batu

Selasa, 01 Mei 2012

Banda Aceh | Acehtraffic.com - Sepuluh personel polisi berpakaian preman yang menjenguk rekannya kemarin, Senin, 30 April 2012 siang bersikap arogan. Saat itu, seorang polisi malah sempat memarahi petugas LP. Kabar ini didengar penghuni LP hingga memicu kerusuhan.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap sipir, penghuni LP mengusir sepuluh polisi tersebut dengan melempari polisi berpakaian preman itu dengan batu dan mengejar empat polisi yang ditahan di sana. Sel khusus yang ditempati polisi ini digeledah dan pakaiannya dibakar. Saat itu, penghuni LP menemukan bong, alat pengisap sabu-sabu di sana.


Delapan polisi yang mendekam dalam Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Banda Aceh, dipindahkan ke Rumah Tahanan Lhoknga setelah terjadinya kerusuhan di lembaga pemasyarakatan tersebut kemarin, Senin 30 April 2012.

Kepala LP Banda Aceh Ridwan Salam menyebutkan, empat tahanan polisi dan empat lainnya yang berstatus narapidana dipindahkan ke Rutan Lhoknga semalam [Senin] dan tadi pagi. “Setelah kejadian itu kami pindahkan ke Rutan Lhoknga,” ujar Ridwan kepada wartawan, Selasa, 1 Mei 2012.

Ridwan Salam menyebutkan, terkait penemuan alat hisap sabu-sabu, pihaknya sudah menyerahkan proses hukum kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti. Namun untuk pengamanan, pihaknya masih menggunakan dua orang anggota kepolisian yang bertugas menjaga setiap harinya.

Pasca kerusuhan tahanan yang terjadi Senin, 30 April 2012 kemarin, situasi di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Banda Aceh sudah mulai normal kembali. Para tahanan sudah mulai kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.

Pantauan di lapangan, semua narapidana sudah kembali melakukan aktivitas mereka seperti olah raga dan pelbagai kegiatan lainnya. Para pengunjung juga sudah kembali mengunjungi para tahanan di halaman dalam LP.

Kepala LP Ridwan Salam mengatakan pascakerusuhan yang terjadi akibat kesalahpahaman kemarin, situasi sudah kembali normal. Ia mengharapkan kejadian yang terjadi pada Senin siang kemarin merupakan yang terakhir kalinya. Pihaknya sangat menyesalkan atas terjadinya insiden yang tidak diinginkan itu.

“Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM mengharapkan kejadian kemarin merupakan yang terakhir kalinya, kami sangat menyesalkan kejadian kemarin,” kata Ridwan kepada wartawan saat ditemui di LP, Selasa, 1 Mei 2012. | AT | AK |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016