Sampang | Acehtraffic.com - Puluhan warga Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin 7 Mei 2012, nyaris bentrok untuk yang kedua kali dengan warga Desa Ragung, yang tak lain tetangga Desa Pangarengan. Kedua warga desa itu bersitegang lantaran dilakukannya perluasan lahan garam milik PT Garam Sampang di Desa Ragung, sedangkan yang dipekerjakan PT Garam adalah warga Desa Pangarengan.
Namun, kali ini, PT Garam menunjuk dua koordinator perluasan lahan, yakni Hidayat dan H Ulum. "Sudah kami usir para pekerja itu, Sabtu kemarin, tetapi hari ini mereka memaksa bekerja lagi. Jika tidak dihentikan, akan kami serang mereka agar berhenti bekerja," ungkap Supardi, warga Desa Ragung.
Warga Desa Pangarengan tetap melanjutkan pekerjaannya. Mereka beralasan tanah yang mereka kerjakan milik PT Garam. "Apa hak mereka mengusir kami yang bekerja di tanah pemerintah ini," ungkap Ahmad, salah satu pekerja.
Warga Desa Ragung yang hendak menerobos lahan garam untuk menyerang para pekerja dihadang ratusan aparat kepolisian dari Polres Sampang. "Saya minta polisi jangan melindungi warga Desa Pangarengan yang sudah merusak tanah dan lingkungan kami," ungkap Supardi.
Agar tidak terjadi bentrokan di lahan garam, Kabag Ops Polres Sampang Komisaris Alfian Nurrizal membujuk koordinator pekerja PT Garam, Hidayat, untuk menghentikan pekerjaan. "Saya minta Anda menghentikan dulu pekerjaan dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin," pinta Alfian kepada Hidayat.
Permintaan itu tidak cepat disetujui. Alasannya, pekerja sudah sepakat kerja dengan PT Garam dengan sejumlah bayaran. Di pihak Desa Ragung, warga juga menolak membubarkan diri jika para pekerja tidak segera menghentikan pekerjaan.
Dengan berbagai bujukan, para pekerja akhirnya mengalah meninggalkan pekerjaannya. "Saya sampaikan sekali lagi, jangan pernah melakukan perluasan lahan garam. Sebab, rumah dan sumur kami terancam rusak dan asin karena serapan air garam. Jika dilanjutkan, kami siap berhadapan dengan siapa pun," tutur Supardi.
Sebelumnya, Sabtu 5 Mei 2012, dua warga antardesa ini nyaris bentrok karena persoalan yang sama. Namun, aparat kepolisian berhasil mengamankan mereka. | AT | KP |


0 komentar:
Posting Komentar