
Iran | Acehtraffic.com- Anggota Komunitas Pengajar Hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah
Abbas Ka'bi menyatakan bahwa musuh berusaha membudayakan pemakaian
jilbab yang tidak sesuai untuk menghancurkan pemerintahan Islam.
Rasa News 5 Mei 2012 melaporkan, Ayatullah Ka'bi mengimbau para pejabat Iran
untuk memperhatikan perluasan budaya jilbab dan menyinggung
lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang berpengaruh besar dalam
pemasyarakat jilbab islami. Jika LSM tersebut berubah menjadi sebuah
jaringan yang beraktivitas di tingkat internasional, maka banyak masalah
yang akan terselesaikan di bidang ini.
Menyinggung hadis dari Imam Shadiq as bahwa kaum perempuan harus
membentengi diri dengan benteng kokoh surat al-Nur, Ayatullah Ka'bi
mengatakan, jika masyarakat berkomitmen terhadap maarif surat al-Nur,
maka budaya keburukan dan vulgaritas akan terjauhkan dalam masyarakat
tersebut.
Seraya menekankan
pentingnya jilbab dalam Islam, Ayatullah Ka'bi mengatakan, berdasarkan
berbagai ayat al-Quran tentang jilbab, Allah Swt menurunkan satu surat
secara sempurna dan mewahyukan kepada Rasulullah Saw, untuk membuktikan
pentingnya masalah jilbab. Jika kandungan dari surat tersebut
diperhatikan dan diamalkan, maka jilbab dan kewibaan perempuan dalam
masyarakat akan terjaga.
Menurutnya, jika ada orang yang ingin membuktikan masalah jilbab beserta
argumentasinya, maka dia harus merujuk pada surat al-Nur untuk
mendapatkan jawabannya.
Ditambahkannya
bahwa masalah ini sangat penting sehingga jangan sampai masalah jilbab
di negara lain menjadi nilai sementara di negara Islam yang terjadi
justru sebaliknya. | Irib

0 komentar:
Posting Komentar