Libanon | Acehtraffic.com- Sebuah kapal berbendera Sierra Leone, Lutfallah II ditahan oleh
Angkatan Laut Lebanon, karena didapati mengangkut senjata api dan
amunisi dalam jumlah besar.
Aparat Lebanon, juga mengamankan 11
awak kapal setelah tiga kontainer penuh senjata api dan amunisi. Menurut
pemberitaan BBC, Minggu 29 April 2012, aparat keamanan meyakini muatan
senjata dan amunisi itu akan dikirim untuk pasukan pemberontak Suriah.
Sejumlah persenjataan, menurut laporan Reuters, memiliki label Libya.
Dilaporkan
BBC, juru bicara Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (Unifil) yang
membantu negeri itu mencegah pengiriman senjata ilegal ke dalam Lebanon,
Milos Strugar kepada BBC memastikan kapal itu seharusnya membongkar
muatannya di pelabuhan Tripoli, sebelah utara Beirut.
Tripoli
selama ini dikenal sebagai pusat pendukung oposisi Suriah, dan Damaskus
sering mengeluhkan penyelundupan senjata api ke Suriah dari Lebanon.
Berdasarkan
sebuah laporan, Lutfallah II berlayar dari Libia, berhenti di
Alexandria, Mesir kemudian menuju ke pelabuhan Tripoli, Lebanon sebelum
kemudian dicegat Angkatan Laut Lebanon.
Kapal itu kini ditahan di
sebuah pelabuhan dekat Beirut dan angkatan darat Lebanon sudah
menurunkan muatan kapal tersebut.
Pemilik Lutfallah II kepada Reuters,
mengatakan dirinya tak menyadari isi dari kontainer itu adalah senjata.
Menurutnya hukum yang mengatur melarang pihaknya membuka dan memeriksa
isi kontainer tersebut.
"Hukum melarang kami untuk membuka dan memeriksa
kontainer," kata sang pemilik kapal.
Dia menambahkan kapal itu
awalnya diminta untuk membawa 12 kontainer 'kargo biasa' dari Libia ke
Lebanon.
Setelah tiga hari tertunda, kapal itu kemudian meninggalkan
Libia dengan hanya membawa tiga buah kontainer.| Tribun


0 komentar:
Posting Komentar