Surabaya |
Acehtraffic.com - Majelis Ulama Indonesia [MUI] dan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur memulangkan 20 pekerja seks komersial dan sejumlah mucikari di lokalisasi
Bangunsari Surabaya, ke kampung halamannya, Sabtu 4 Februari 2012. Dan, untuk
bekal menjalani hidup baru, Pemprov Jatim memberikan bantuan masing-masing Rp3
juta sebagai modal membuka usaha di kampung halaman.
Sebelumnya, wanita
penghibur itu telah diberikan pelatihan keterampilan sebelum mengakhiri
profesinya. "Bekal keterampilan sangat perlu untuk dilaksanakan di kampung
halaman. Kami ingin memberantas prostitusi tapi dengan solusi, bukan memaksa
dan mengusir," kata Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori.
Cara ini dilakukan
sebagai tahapan upaya menghilangkan area lokalisasi prostitusi di Jatim.
"Alhamdulillah, ada 20 wanita yang mau bertobat dan kembali pulang ke
kampung," katanya.
Sementara, di
lokalisasi Bangunsari sejak beberapa bulan ini selalu ada penghuninya yang
ingin pulang. Dari ribuan orang WTS, saat ini tersisa 150 wanita. Hari itu
salah satu WTS yang pulang adalah Sri Anjarwati (46), asal Mojokerto. Ia
mengaku tobat dan tidak ingin lagi menghuni lokalisasi, dan ingin memulai hidup
baru.
"Saya bekerja di
sini karena dendam suami selingkuh. Tapi sekarang saya sadar kalau pekerjaan
seperti ini dosa besar dan dilarang agama. Semoga Tuhan mau menerima tobat
saya," ucapnya.
Dengan modal uang dan
bekal keterampilan memasak, ibu satu anak tersebut ingin membuka warung di
kampung saudaranya di kawasan Ngawi. "Saya mau buka warung. Saya pilih
bertobat karena selama ini sering melihat teman-teman WTS meninggal dunia
karena tertular penyakit. Sebelum terjadi, saya ingin bertobat dan meminta
ampun," tuturnya sambil berlinang air mata.
Melihat itu, Wakil
Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memberikan apresiasi positif. Dia memuji WTS
yang memutuskan tidak lagi melakoni jual diri di tempat prostitusi. "Ini langkah baik dari MUI dan Pemprov
Jatim. Tanpa dukungan masyarakat, mustahil program pemberantasan prostitusi
bisa teratasi. Semoga ini terus diikuti WTS lainnya, mereka kembali hidup
normal dan bekerja halal," katanya. | VIVAnews |

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar