Taheran | Acehtraffic.com- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, prinsip keberadaan
rezim Zionis Israel merupakan penyembelihan terhadap kemuliaan umat
manusia dan penghinaan atas bangsa-bangsa.
Seraya
mempertanyakan klaim-klaim Barat terkait isu kebebasan dan demokrasi,
Ahmadinejad menandaskan, Amerika Serikat dan Eropa tidak demokratis,
oleh karena itu bagaimana mereka akan menghadiahkan kebebasan kepada
pihak lain?
IRNA melaporkan, Ahmadinejad, Minggu 29 Januari 2012 pada pembukaan Konferensi Internasional Pemuda dan Kebangkitan
Islam di Tehran, menilai sangat penting dan menumental tema yang
diangkat dalam konferensi.
Dalam pesan yang ditujukan
kepada pemuda dunia Islam, Ahmadinejad mengatakan, "Dengan semangat
kesepahaman, sepemikiran, dan tekad kolektif, ciptakanlah hari esok yang
lebih indah dan lebih manusiawi bagi umat manusia."
Setelah menyatakan rasa gembira karena berkesempatan hadir bersama
pemuda revolusioner dari seluruh dunia, Ahmadinejad memaparkan urgensi
kebangkitan Islam menurut tujuan penciptaan manusia.
Berbicara tentang kondisi yang menguasai AS dan Eropa, Ahmadinejad
menegaskan, "Barat mengklaim dirinya sebagai pelopor demokrasi dan
keadilan di dunia. Apakah mereka sendiri menikmati demokrasi dan
kebebasan untuk bisa disumbangkan ke kita?"
"Di AS
bagian mana terdapat kebebasan ketika hanya ada dua partai yang
memerintah negara itu selama bertahun-tahun," tanya Presiden Iran.
Ditambahkannya, kedua partai itu juga hanya berperan sebagai boneka,
karena Zionis yang memberi perintah kepada mereka.
Pada bagian lain pidatonya, Ahmadinejad menyebut keadilan dan kebebasan
sebagai faktor terpenting bagi kebahagiaan manusia. Menurutnya, keadilan
merupakan landasan gerakan manusia dan masyarakat dalam meniti jalan
kesempurnaan.
"Jika keadilan tidak ada, hakikat
manusia akan punah dan potensi-potensi manusia tidak akan menemukan
kesempatan untuk berkembang," jelasnya. | IRIB Indonesia


0 komentar:
Posting Komentar