Washington | Acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta untuk pertama kalinya mengakui bagaimana proses terendusnya persembunyian Osama bin Laden atau Usamah bin Ladin.
Ia menyatakan informasi seorang dokterlah yang 'menuntun' pasukan khusus Navy SEAL pada musuh yang paling dicari AS itu.
Panetta mengatakan kepada acara di stasiun televisi CBS, 60 Minutes, yang akan disiarkan pada Minggu, bahwa dokter Afridi Shakil membantu menyediakan informasi bagi intelijen sebelum serangan terhadap kompleks Bin Ladin di Abbottabad, Pakistan.
Afridi selama ini bertanggung jawab atas program vaksinasi untuk CIA guna mengumpulkan DNA dan memverifikasi keberadaan Bin Ladin dalam kompleks itu. Dia telah ditahan oleh Pakistan dengan tuduhan pengkhianatan. Panetta mengatakan dia "sangat prihatin" akan nasib sang dokter.
Panetta juga menuturkan pemerintah Pakistan "pasti punya dugaan" bahwa seseorang yang 'penting' ada dalam kompleks itu. Namun dia menyatakan tidak memiliki bukti bahwa Pakistan tahu orang yang 'penting' itu adalah Bin Ladin.
Mei tahun lalu, harian The Guardian di Inggris mengutip beberapa agen CIA, yang menyatakan AS merekrut seorang dokter Pakistan untuk melaksanakan vaksinasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan yang menyeluruh untuk operasi penangkapan Bin Ladin.
Namun saat itu tidak diketahui apakah CIA akhirnya bisa mendapat DNA yang diharapkan. Sumber lain mengatakan operasi itu tidak berhasil. Proyek tersebut dimulai dari kawasan Abbottabad yang miskin agar kelihatan sebagai program vaksinasi yang orisinal. | Tempo.co
Panetta mengatakan kepada acara di stasiun televisi CBS, 60 Minutes, yang akan disiarkan pada Minggu, bahwa dokter Afridi Shakil membantu menyediakan informasi bagi intelijen sebelum serangan terhadap kompleks Bin Ladin di Abbottabad, Pakistan.
Afridi selama ini bertanggung jawab atas program vaksinasi untuk CIA guna mengumpulkan DNA dan memverifikasi keberadaan Bin Ladin dalam kompleks itu. Dia telah ditahan oleh Pakistan dengan tuduhan pengkhianatan. Panetta mengatakan dia "sangat prihatin" akan nasib sang dokter.
Panetta juga menuturkan pemerintah Pakistan "pasti punya dugaan" bahwa seseorang yang 'penting' ada dalam kompleks itu. Namun dia menyatakan tidak memiliki bukti bahwa Pakistan tahu orang yang 'penting' itu adalah Bin Ladin.
Mei tahun lalu, harian The Guardian di Inggris mengutip beberapa agen CIA, yang menyatakan AS merekrut seorang dokter Pakistan untuk melaksanakan vaksinasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan yang menyeluruh untuk operasi penangkapan Bin Ladin.
Namun saat itu tidak diketahui apakah CIA akhirnya bisa mendapat DNA yang diharapkan. Sumber lain mengatakan operasi itu tidak berhasil. Proyek tersebut dimulai dari kawasan Abbottabad yang miskin agar kelihatan sebagai program vaksinasi yang orisinal. | Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar