Jakarta | Acehtraffic.com - Partai politik belum memiliki laporan yang jelas mengenai sumber
penerimaan dan penggunaan dananya.
Praktek demikian sangat rawan bagi masuknya dana-dana suap atau hasil korupsi proyek tertentu yang melibatkan politisi parpol bersangkutan. Jika terus dibiarkan, tak ubahnya 'bom waktu' korupsi.
Praktek demikian sangat rawan bagi masuknya dana-dana suap atau hasil korupsi proyek tertentu yang melibatkan politisi parpol bersangkutan. Jika terus dibiarkan, tak ubahnya 'bom waktu' korupsi.
Demkian disampaikan Koordinator ICW
Danang Widoyoko dalam acara refleksi pemberantasan korupsi tahun 2011
dan proyeksi tahun 2012. Acara berlangsung di Kantor ICW, Jl Kalibata
Raya, Jakarta Selatan, Minggu 29 Januari 2012.
"Tahun 1999 kasus Bank
Bali mencuat, lalu cek pelawat terkait PDIP, setelah SBY menang muncul
skandal Nazaruddin. Mungkin beberapa tahun setelah pemilu nanti akan
terungkap skandal besar lagi," papar Danang tentang contoh kasus
rawannya pendanaan parpol.
Meski kasus-kasus yang dicontohkannya
terjadi pada watu berlainan dan pelaku yang berbeda, namun memiliki
kesamaan. Yaitu terungkap setelah Pemilu digelar.
Menurut Danang,
kecenderungan ini bisa dicegah bila keuangan parpol transparan.
Sumber-sumber dana mereka dicatat rapih dan dilaporkan secara berkala
penggunaannya.
Namun yang terjadi saat ini adalah ketidakseriusan
parpol untuk melakukan itu. Salah satu indikasinya, kata Danang, saat
ICW meminta laporan keuangan parpol, namun tidak direspons secara
maksimal.
"Kami sampai harus membawanya ke Komisi Informasi
Pusat, tapi tidak semuanya hadir. Ada yang melaporkan tapi hanya satu
lembar," jelasnya.
"Kalau perusahaan ada versi sangat sederhana,
partai susah, masih ada problem mendasar. Ini menyimpan bom waktu
korupsi politik. Nanti habis pemilu ada lagi terus-terusan," sambungnya.
Karena
itu, ICW meminta parpol lebih transparan membuka keuangannya. Tidak
hanya saat kampanye saja, melainkan juga laporan selama parpol itu ada.
"Karena
semua pejabat negara ditentukan dari partai politik, yang bisa
mencalonkan diri sebagai jadi presiden juga dari parpol. Presiden adalah
lambang negara, artinya parpol jadi pilar penting demokrasi," tuturnya.| AT | DT |


0 komentar:
Posting Komentar