Jakarta | Acehtraffic.com- EK (38), istri TS (43), reserse polisi di Jakarta mengaku diperkosa orang tidak dikenal di rumahnya di Cilodong, Jawa Barat. Namun hasil visum menunjukkan tidak ada kekerasan di kemaluan perempuan ini.
"Di kemaluannya tidak ada kekerasan. Tapi ada bekas pukulan di kepala korban dari gagang pisau," ujar Kapolresta Depok Kombes Mulyadi Kaharni di Polresta Depok, Jawa Barat, Senin [12/12]
Menurut Mulyadi, meski tidak ada tanda-tanda kekerasan di kemaluan korban, bisa saja EK pasrah saat digagahi pria tidak dikenal itu. "Biasanya korban pasrah daripada mengalami penyiksaan yang lebih parah," kata Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, polisi menyita sprei dan baju EK. Selanjutnya polisi akan melakukan tes sperma dan DNA pada sprei milik EK.
Korban, lanjut Mulyadi diperiksa oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Korban didampingi penyidik PPA dan psikiater dari UI. Kedatangan EK tidak diketahui wartawan.
Mulyadi menuturkan polisi menduga ada kemungkinan rekayasa di kasus tersebut. Sebab tidak ditemukan jejak kaki pelaku di rumah korban. Padahal sesaat sebelum masuk paksa melalui jendela, keadaan di luar sedang hujan. Namun dia tidak mau menduga-duga yang macam-macam atas kasus tersebut.
"Ya kalian pikir sendirilah itu," tutur Mulyadi ketika ditanya kemungkinan EK melakukan perselingkuhan.
Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polresta Depok, AKP Febriansyah, juga mencurigai pernyataan EK yang mengaku telah kemalingan 4 kali. Sebab semua itu tidak pernah ada laporannya.
"Tidak pernah ada laporan polisi," kata Mulyadi.
Sementara soal pelaku, menurut Febriansyah, pelaku berbadan sedang. Kini pelaku masih terus diburu.
Pantauan detikcom, rumah korban berada di kawasan perkampungan. Rumah korban tidak ada pagar, melainkan dikelilingi tanaman yang memagari rumah. Di depan rumah juga ada pohon delima. | DTC
"Di kemaluannya tidak ada kekerasan. Tapi ada bekas pukulan di kepala korban dari gagang pisau," ujar Kapolresta Depok Kombes Mulyadi Kaharni di Polresta Depok, Jawa Barat, Senin [12/12]
Menurut Mulyadi, meski tidak ada tanda-tanda kekerasan di kemaluan korban, bisa saja EK pasrah saat digagahi pria tidak dikenal itu. "Biasanya korban pasrah daripada mengalami penyiksaan yang lebih parah," kata Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, polisi menyita sprei dan baju EK. Selanjutnya polisi akan melakukan tes sperma dan DNA pada sprei milik EK.
Korban, lanjut Mulyadi diperiksa oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok. Korban didampingi penyidik PPA dan psikiater dari UI. Kedatangan EK tidak diketahui wartawan.
Mulyadi menuturkan polisi menduga ada kemungkinan rekayasa di kasus tersebut. Sebab tidak ditemukan jejak kaki pelaku di rumah korban. Padahal sesaat sebelum masuk paksa melalui jendela, keadaan di luar sedang hujan. Namun dia tidak mau menduga-duga yang macam-macam atas kasus tersebut.
"Ya kalian pikir sendirilah itu," tutur Mulyadi ketika ditanya kemungkinan EK melakukan perselingkuhan.
Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polresta Depok, AKP Febriansyah, juga mencurigai pernyataan EK yang mengaku telah kemalingan 4 kali. Sebab semua itu tidak pernah ada laporannya.
"Tidak pernah ada laporan polisi," kata Mulyadi.
Sementara soal pelaku, menurut Febriansyah, pelaku berbadan sedang. Kini pelaku masih terus diburu.
Pantauan detikcom, rumah korban berada di kawasan perkampungan. Rumah korban tidak ada pagar, melainkan dikelilingi tanaman yang memagari rumah. Di depan rumah juga ada pohon delima. | DTC


0 komentar:
Posting Komentar