News Update :

Gua Jepang

Selasa, 20 Desember 2011

Acehtraffic.com - Salah satu tempat yang layak untuk dikunjungi di Bukittinggi adalah Gua Jepang. Gua Jepang merupakan gua buatan yang memiliki panjang 1,5 km. Kita harus melewati jalan Ngarai Sianok, kompleks Taman Panorama yang terletak di samping Taman Bung Hatta untuk menuju tempat ini.

Memasuki kawasan Ngarai Sianok, kita akan dihadapkan pada pemandangan lembah yang sangat menarik. Di mana sebuah lembah mudah untuk dicapai dan terletak di tengah kota. Terdapat anak sungai yang berliku–liku dan air mengalir di dasarnya. Tidak hanya itu, suasana sejuk pun akan terasa karena tempat ini dilindungi oleh pohon–pohon besar. Saat kita menikmati pemandangan lembah Ngarai Sianok, kita akan melihat jalan menuju gerbang untuk memasuki pintu masuk Gua Jepang. Rasa penasaran pun akan timbul untuk masuk ke dalamnya.

Di atas pintu masuk Gua Jepang terlihat pamflet yang berukuran lumayan besar. Pamflet itu berisikan info pintu masuk gua dan juga terdapat foto–foto yang menunjukkan keadaan gua dengan lorong–lorong di dalamnya. Memasuki pintu tangga kita akan dilihatkan pada tangga yang sangat panjang. Terdapat ratusan lebih anak tangga untuk mencapai dasar Gua Jepang yang berkisar 40 meter dari permukaan tanah.

Begitu sampai di dasar gua, suasana seram akan terasa. Walaupun di sekitar dinding sudah dipasang lampu, namun kesan gelap masih ada. Menjalani setapak demi setapak akan terlihat banyak lorong–lorong yang terdapat di dalan gua. Di lorong tersebut terdapat tulisan seperti ruang amunisi, ruang makan, penjara, dan lain–lain. Tulisan itu menandakan bahwa lorong itu merupakan tempat yang mereka gunakan dahulu untuk aktivitas sehari–hari sesuai dengan namanya. Misalnya, ruang amunisi berarti ruangan itu dahulunya adalah tempat peralatan senjata tentara Jepang untuk berperang.

Mengelilingi seluruh lorong yang ada di dalam gua membuat suasana seram semakin terasa. Hal ini karena tidak semua sudut dipasang oleh lampu. Namun, ketika berjalan ke satu arah, maka kita akan menuju salah satu ujung lorong. Kita akan melihat cahaya memasuki kegelapan gua. Hal ini cukup menyita perhatian, karena cahaya matahari masuk menerangi keadaan gua dari arah tersebut. Berjalan ke arah cahaya, maka kita akan dihadapkan pada pemandangan lembah Ngarai Sianok dari sisi yang berbeda. Tapi sayang, ujung lorong itu ditutup oleh pagar besi yang membuat kaki hanya dapat melangkah sampai di situ.

Salah satu ruangan yang ada di sana adalah dapur. Terlihat keadaan dapur bagi tentara Jepang pada masa itu, yang juga dekat pada ruangan tempat penyiksaan romusa pada masa penjajahan dulu. Di daerah itulah para kerja romusa disiksa dan dianiaya pada masa penjajahan. Berjalan ke sisi lain, akan terlihat sebuh penjara di dalam gua. Tempatnya sangat terpencil, dan akan terlihat sebuah cerobong asap di dalam sudut ruangannya.

Keadaan di dalam gua sangat pengap. Walaupun sudah terlihat ada beberapa pendingin ruangan didalamnya. Ditambah ketika banyak wisatawan yang mengunjungi tempat itu maka jalan akan terlihat berabu. Baik di jalan yang sudah disemen atau pun tidak.

Rasa letih pun akan terasa ketika kita sudah mengelilingi tempat tersebut. Ditambah rasa letih ketika kita harus menaiki ratusan anak tangga lagi untuk mencapai permukaan dan kembali. Namun kelelahan itu seolah terbayarkan ketika kita turun langsung ke permukaan gua dan menyaksikan dengan sendiri tempat persembunyian tentra Jepang ketika sedang menjajah negeri ini.
Astrid, salah satu pengunjung Gua Jepang mengaku kalau tempat ini dapat memberikan nilai sejarah. Dengan mengunjungi tempat ini kita bisa melihat bagaimana sulitnya bangsa Indonesia dalam melawan para penjajah. Apalagi mereka yang sempat dipenjara di dalam gua ini. “Semoga tempat ini dapat mengingatkan kita pada kegigihan orang–orang yang telah berjuang terhadap kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat membeli oleh–oleh khas Sumatera Barat seperti gantungan kunci dan kaus yang terletak di areal tempat wisata Ngarai Sihanok.

Bagi para wisatawan lokal ataupun internasional tidak perlu khawatir apabila ingin berkunjung ke tempat ini. Gua Jepang terletak di Kota Bukittinggi dan banyak sekali hotel bertaburan di kota ini. Untuk pergi ke Gua Jepang, wisatawan dapat menggunakan angkutan umum. Untuk makanan, Kota Bukittinggi juga banyak menyediakan rumah makan. Gua Jepang sendiri buka dari pukul 07.30 WIB dan tutup pukul 18.00 WIB.

Bagi para wisatawan, tidak perlu khawatir karena untuk masuk ke Gua Jepang tidak dipungut biaya. Tapi untuk masuk ke Ngarai Sihanok wisatawan akan di pungut biaya, namun tidak terlalu menguras isi kantong pengunjung.| AT | SU |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016