
Jakarta: Pemerintah Amerika Serikat (AS) membantah bocoran Wikileaks yang menyebutkan adanya pertemuan antara Kepala Polri saat itu Sutanto dan Dubes AS untuk Indonesia B Lynn Pascoe yang membahas soal pembunuhan aktivis HAM Munir pada 2006. "Komentar saya hanya bahwa pemerintah AS tidak mengonfirmasi kebenaran dari laporan Wikileaks itu," kata Dubes AS untuk Indonesia saat ini Scot Marciel usai menghadiri acara Kampanye Kreatif melalui Ide Cerita & Film Antikorupsi sebagai dukungan Masyarakat & Dunia Internasional terhadap KPK, di Kantor KPK, Jakarta, Rabu [14/9/2011].
Sebelumnya, situs 'peniup peluit' WikiLeaks menyebutkan adanya pertemuan antara Kapolri Sutanto dan Dubes AS untuk Indonesia B Lynn Pascoe pada 2006. Menurut bocoran tersebut, Sutanto mengatakan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) terlibat dalam pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir. Sutanto kini telah pensiun dari kepolisian dan memegang jabatan Kepala BIN.
Meski begitu, saat ditanya apakah benar pernah ada pertemuan antara perwakilan Kedubes AS dengan Sutanto pada 2006, Marciel mengaku tidak tahu. "Jujur, saya sama sekali tidak tahu apakah ada pertemuan atau tidak pada saat itu," imbuh Marciel.
Berdasarkan websute atau laman daring Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pascoe diangkat Sekjen PBB Ban Ki-moon sebagai Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Politik pada 1 Maret 2007. Sebelumnya, Pascoe menjabat Dubes AS untuk Indonesia dalam kurun waktu Oktober 2004 hingga Februari 2007. |AT/Yd/Metrotv

0 komentar:
Posting Komentar