Jakarta - Ikatan Istri Taat Suami (IITS) akan resmi
dideklarasikan di Jakarta, Minggu (19/6/2011) mendatang oleh ahli struktur pesawat
terbang, Dr Ing Gina Puspita Phd. Siapakah dia?
Dalam
situs poligamiindonesia.com, Gina Puspita menuliskan mini biografinya.
Gina adalah salah satu muslimah lulusan terbaik dari Jerman. Gina
menikah dengan Dr. Ing. Abdurrahman R. Effendi, juga ahli pesawat
lulusan Jerman.
Mantan petinggi IPTN ini tercatat sebagai pelajar Indonesia pertama yang lulus dari universitas pesawat terkenal dunia, Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Espace (Ensae), di Toulouse, Perancis.
Kebijakan pemerintah Indonesia belakangan ini yang tidak mendukung perkembangan industri pesawat terbang nasional mengakibatkan ratusan ahli pesawat memilih hengkang ke luar negeri.
Mereka kini tersebar dan menjadi orang-orang penting di berbagai industri pesawat kelas dunia, seperti Boeing, Fokker, Airbus dan lain-lain. Tak terkecuali, Gina dan suaminya.
Keduanya kini lebih aktif di Malaysia. Di negeri jiran ini Gina dan suami tetap rajin 'kutak-katik' pesawat. "Tapi pesawat yang kami buat sangat besar dibandingkan pesawat di IPTN selama ini," tutur Gina, suatu saat.
Pesawat itu bernama Rufaqa yang mampu menampung jutaan ummat manusia. Rufaqa bukanlah pesawat dalam arti ansich, melainkan sebuah komunitas yang mengamalkan syariat Islam termasuk aturan poligami.
Gina Puspita kini hidup bersama tiga madunya, yakni Basiroh, Salwa dan Fatimah. Poligami menurutnya tak sekadar jalan keluar bagi laki-laki dan penyelamat wanita. Tapi juga menjadi satu cara mendidik para pejuang, pemimpin, dan wanita menuju takwa. Poligami juga menurutnya adalah salah satu cara membangun kebesaran Islam.
"Seorang istri yang menghalangi suami menikah, padahal suaminya mampu, adalah istri egois, karena terlalu banyak melayani cinta nafsu. Istri tidak paham jiwa suami, tidak membantu menyelesaikan masalahnya. Jika hal ini terjadi, hubungan suami istri mulai cacat sedikit demi sedikit," terangnya.
Oleh karena itu, Gina menjelaskan, Ikatan Istri Taat Suami (IITS) didirikan semata-mata untuk mengajak umat Islam mengamalkan ajaran Islam secara lengkap, termasuk aturan hidup poligami. Mau bergabung?
Mantan petinggi IPTN ini tercatat sebagai pelajar Indonesia pertama yang lulus dari universitas pesawat terkenal dunia, Ecole National Superieure de l'Aeronautique et de l'Espace (Ensae), di Toulouse, Perancis.
Kebijakan pemerintah Indonesia belakangan ini yang tidak mendukung perkembangan industri pesawat terbang nasional mengakibatkan ratusan ahli pesawat memilih hengkang ke luar negeri.
Mereka kini tersebar dan menjadi orang-orang penting di berbagai industri pesawat kelas dunia, seperti Boeing, Fokker, Airbus dan lain-lain. Tak terkecuali, Gina dan suaminya.
Keduanya kini lebih aktif di Malaysia. Di negeri jiran ini Gina dan suami tetap rajin 'kutak-katik' pesawat. "Tapi pesawat yang kami buat sangat besar dibandingkan pesawat di IPTN selama ini," tutur Gina, suatu saat.
Pesawat itu bernama Rufaqa yang mampu menampung jutaan ummat manusia. Rufaqa bukanlah pesawat dalam arti ansich, melainkan sebuah komunitas yang mengamalkan syariat Islam termasuk aturan poligami.
Gina Puspita kini hidup bersama tiga madunya, yakni Basiroh, Salwa dan Fatimah. Poligami menurutnya tak sekadar jalan keluar bagi laki-laki dan penyelamat wanita. Tapi juga menjadi satu cara mendidik para pejuang, pemimpin, dan wanita menuju takwa. Poligami juga menurutnya adalah salah satu cara membangun kebesaran Islam.
"Seorang istri yang menghalangi suami menikah, padahal suaminya mampu, adalah istri egois, karena terlalu banyak melayani cinta nafsu. Istri tidak paham jiwa suami, tidak membantu menyelesaikan masalahnya. Jika hal ini terjadi, hubungan suami istri mulai cacat sedikit demi sedikit," terangnya.
Oleh karena itu, Gina menjelaskan, Ikatan Istri Taat Suami (IITS) didirikan semata-mata untuk mengajak umat Islam mengamalkan ajaran Islam secara lengkap, termasuk aturan hidup poligami. Mau bergabung?


0 komentar:
Posting Komentar