The Aceh Traffic Media |
»

Di Jakarta, Persaiangan Pijat Syahwat Semakin Ketat

Sunday, November 11, 2012

Share berita ini :
Jakarta | Acehtraffic.com - Sebut saja namanya Asri. Wanita berusia 35 tahun ini menjadi pengelola salah satu panti pijat dan spa di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Oleh sang pemilik, Asri ditugaskan mengurusi mulai dari operasional, mengatur gadis pemijat hingga urusan promosi.

Mungkin semacam general manager sebutannya kalau di perusahaan besar. Dia kini membawahi 17 gadis pemijat.

"Sekarang lagi sepi mas. Sehari kadang 20 tamu saja tidak sampai. Pesaing makin banyak saja," ungkap Asri kepada merdeka.com, Sabtu 10 November 2012.

Asri pusing memikirkan persaingan antar panti pijat yang makin menjamur. Di kawasan Tebet saja, menurut dia ada enam panti pijat yang menawarkan servis syahwat. Paket dan promo yang ditawarkan hampir sama. Kadang malah ada anak buahnya yang tidak kebagian pelanggan seharian.

Belum lagi saingan di kawasan Kota, Jakarta Pusat, yang penuh panti pijat dan spa. Butuh kerja keras agar tamu tidak lari.

"Makanya kita keras pada para terapis. Harus sopan dan ramah sama tamu. Sekarang kalau terapis judes, mana ada yang mau," kata Asri.

Asri kini mengandalkan promo di lampu-lampu merah. Dia menugaskan orang membagikan brosur pada para pengguna jalan. Cara ini dipandang lebih efektif daripada beriklan.

"Kita dulu iklan di koran. Tapi tidak ada yang datang. Terlalu banyak saingan. Coba Mas lihat di koran itu berapa banyak iklan spa. Lebih baik bagi-bagi brosur di lampu merah saja," kata wanita berambut sebahu yang tampak manis dengan lipstik merahnya itu.

Nah uniknya, pengelola spa tidak mau rugi sendiri membiayai pencetakan brosur dan pembagiannya ini. Setiap gadis pemijat diwajibkan iuran. Besarnya Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari.

"Iya. Kita kena juga. Ditarikin uang tiap hari, buat brosur kata bos. Tapi kalo nggak ada brosur memang kita sulit dapat tamu sih," kata Lusi, salah seorang terapis.

Lina (30), salah seorang pengelola panti pijat dan spa mengakalinya dengan obral gede-gedean. Dia bahkan menawarkan promo pijat Rp 68.000 untuk dua jam. Tentu ini di luar biaya servis plus.

"Kalau tidak seperti ini, kita kegilas mas. Banyak tempat sekarang terapisnya sengaja pakai baju seksi. Biar tamu pada datang," katanya bersungut-sungut.

Ternyata persaingan bisnis syahwat pun ketat.
| AT | M | MR |


Redaksi menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, artikel atau pengalaman pribadi. Setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksiaceh.traffic@gmail.com dan disertai identitas dengan mencantumkan nomor telepon/email.