The Aceh Traffic Media |
- »

Basmi Etnis Rohingya, Warga Aceh Minta Ulama & Pemerintah Bicara, Warga: Peuselamat Jeh Syara Tanyoe

Rabu, 01 Agustus 2012

Share berita ini :
Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Pembantaian [genosida] atas warga etnis muslim Rohingya yang dilakukan oleh junta militer Myanmar, menuai kecaman dari Indonesia namun kecaman kebanyakan hanya dilakukan oleh ormas dan segenap lapisan masyarakat, seperti dikabarkan dari Aceh Utara. Dari sebuah warung kopi warga menggunjing pembantaian etnis muslim Rohingya dan dari warung kopi tersebut pula beberapa warga Aceh Utara meminta ulama dan pemerintah untuk segera bicara dan melakukan tindakan. Salah seorang warga yang ikut ambil bagian dalam poh cakra di warkop tersebut meminta, “peuseulamat jeh syara tanyoe.”

Perbincangan perkembangan politik Aceh dengan mensisipkan MoU Helsinki merupakan topik yang tidak ada matinya untuk diperbincangkan disetiap warung kopi yang ada didaerah bekas konflik itu. Namun tadi malam, selasa 31 Juli 2012, warung kopi milik Yeddin, di gampoeng Blang Reulieng, kecamatan Sawang, Aceh utara, topik Pembantaian muslim Rohingya menjadi topik panas mengalahkan topik MoU Helsinki.

Dalam poh cakra tersebut masyarakat turut berduka cita, dan sangat menyesalkan sikap pasif pemerintah Indonesia yang merupakan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, “tapi dumnan kamate ureung hana ipeugah haba,” sesal Hasan [43] warga Lhok Kuyuen sambil meneguk kopi ule kareng.

Tidak sedikit dari mereka berandai-andai, jika mereka mempunyai kekuatan akan mengajak ulama dan seluruh masyarakat muslim Aceh untuk mengecam dan turut membantu saudara-saudara seiman yang sedang diperangi. “hana tatuoh bantu tanyoe pih jajahan, dak meugeutem ulama geupakat kutok awaknyan, geu bantu ngen do’a, ulama payah geuserukan meudoa keu syara-syara geutanyoe di Rohingya,” pinta Yeddin pemilik warkop itu.

Disamping itu, dari warkop tersebut mereka meminta pemerintah Aceh untuk ‘belajar ngocek’ pemerintah Indonesia menentang pelanggaran HAM Myanmar itu, “lake pemerintah Indonesia untuk jak tueng ureung hideh puwoe keuno nak seulamat geuh, bie suaka politik,” pinta Tgk Adi mantan kombatan GAM ini. | AT | IS | HR |


Redaksi menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, artikel atau pengalaman pribadi. Setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksiaceh.traffic@gmail.com dan disertai identitas dengan mencantumkan nomor telepon/email.