
Jakarta | Acehtraffic.com - Dalam keadaan tertidur, manusia cenderung tidak sadar dan tidak mengetahui apapun yang terjadi di sekitarnya. Meski begitu pada sebagian orang, ada juga yang terbangun dari tidurnya karena suatu hal. Hal ini menggelitik sekelompok peneliti dari AS hingga melakukan pengamatan selama 15 tahun tentang hal-hal yang bisa mengganggu tidur, terutama bau.
Selama ini hanya diketahui bahwa rangsangan sensorik seperti suara, suhu, sentuhan bahkan rasa nyeri menjadi kurang efektif ketika seseorang makin terlelap dalam tidurnya.
"Penelitian yang mempelajari tentang apakah bau bisa membangunkan seseorang atau tidak masih sangatlah sedikit. Kalaupun ada, hasilnya kontradiktif," ujar Dr. Thomas Freedom, direktur program NorthShore University HealthSystem Sleep Program, Chicago namun tidak berafiliasi dengan studi ini.
Hal-hal yang bermunculan di malam hari maupun teriakan dari pasangan atau teman sekamar yang terganggu dengan dengkuran Anda bisa saja mengaktifkan 'reseptor periferal', sensor mini yang banyak terdapat di kulit. Semakin kencang suara atau vibrasinya tentu saja akan semakin membangunkan seseorang, lanjut Freedom.
"Namun sensasi bau tampaknya tidak menyebabkan orang terbangun dari tahapan tidurnya yang terdalam," terang Freedom seperti dilansir dari nbcnews, Senin, 23 Juli 2012.
Berbeda dengan komentar Freedom, sebuah studi pada tahun 1997 yang dilakukan oleh Irondale Fire and Rescue Service di Irondale, Ala menemukan bahwa diantara 10 orang dewasa yang tertidur di sebuah laboratorium tidur medis, dua subyek diantaranya terbangun ketika bau asap dimasukkan ke dalam ruangan.
Namun pada tahun 2004, peneliti dari Brown University mengamati 3 pria sehat dan 3 wanita sehat berusia 20-25 tahun yang kesemuanya bisa langsung terjaga akibat terganggu dengan suara bising namun tidak dengan bau. Padahal di dalam laboratorium, partisipan telah dipapari peppermint dan piridin yang beraroma amis seperti ikan yang sangat kuat namun tak ada yang bereaksi.
Meski begitu seorang penduduk Las Vegas, Sharon Chayra percaya bahwa pada orang-orang tertentu dengan penciuman yang tajam sepertinya lebih rawan terbangun karena bau asing. Chayra mengaku bisa terbangun oleh bau suaminya yang memanggang roti di malam hari, bau kotoran anjingnya dan bau perapian yang belum sepenuhnya padam.
"Kami memiliki perapian di lantai bawah. Sekitar pukul 1 pagi tahu-tahu saya mencium bau api terbakar lalu saya terbangun begitu saja. Sebenarnya perapian tidak sampai mengeluarkan asap tapi baunya saja cukup membuat saya terbangun dan mengecek apa yang terjadi," kata Chayra [49].
Seketika Chayra mencapai lantai bawah, ia langsung mematikan bara api yang masih tersisa di perapian dengan air dan pasir. Anak-anaknya pun suka menggodanya karena Chayra seringkali terlihat mengendus-endus udara. | AT | H | DH |

0 komentar:
Posting Komentar